Pejabat Bangkalan Tewas di Bandara Juanda, Polisi Buru Pria Rambut Tipis Berkulit Putih

Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan rekaman kamera pengawasan pada hari Sabtu (20/6/2026), seorang pria berkaos lengan panjang dan memakai kacamata minus terlihat turun sendirian dari mobil Innova tersebut, lalu melarikan diri dengan menggunakan kendaraan umum.
  • Sebelum ponselnya mati dan kehilangan sinyal pada siang hari Sabtu, almarhumah sempat mengirimkan lokasi terakhirnya di sebuah toko buah di Pujon, Kabupaten Malang.
  • Di sisi lain, hasil pemeriksaan fisik di RS Pusdik Bhayangkara Porong serta uji swab vagina menunjukkan bahwa korban tidak sedang dalam keadaan hamil.

BERITA KPA -, BANGKALAN –Penyelidikan terkait kematian Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), yang ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam mobil dinasnya di Bandara Juanda kini memasuki tahap baru.

Petugas kepolisian sedang melakukan pencarian terhadap seorang pria tak dikenal dengan rambut jarang dan kulit putih yang terekam oleh kamera pengawas saat mengemudikan kendaraan dinas korban ketika memasuki area parkir bandara.

Fokus penyelidikan saat ini berpindah ke dugaan pembunuhan setelah hasil otopsi sementara menunjukkan bahwa korban meninggal karena tenggelam.

Hasil Autopsi Luar Patahkan Anggapan Kehamilan

Pihak keluarga pertama kali mengetahui informasi mengenai keberadaan mobil dinas Toyota Innova M 1090 GP yang biasanya digunakan oleh almarhumah melalui beberapa tayangan video di media sosial pada hari Sabtu (25/6/2026) siang.

Salah satu video berdurasi 53 menit diceritakan melalui suara seorang pria bahwa jasad perempuan itu diduga meninggal setelah melahirkan di dalam kendaraan.

Namun, cerita tidak resmi di media sosial langsung ditolak keras oleh kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya.

Menurut Risang, cairan yang terlihat mengalir di bawah kendaraan dinas tersebut disebabkan oleh kondisi jenazah yang membengkak karena berada di dalam mobil tertutup rapat selama empat hari di bawah terik matahari.

“Hasil otopsi belum dikeluarkan, namun terkait pemberitaan awal yang menyatakan bahwa dalam kondisi hamil, kami pastikan tidak. Kami tetap menunggu hasil otopsi,” tutupnya pada saat itu.

Kini, penyebab kematian Ruly Yunis Setiawati mulai terungkap setelah RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo merilis berkas hasil otopsi luar pada hari Kamis (25/6/2026) sore.

Berdasarkan laporan pemeriksaan luar yang diterima oleh Risang, terdapat beberapa tanda cedera pada tubuh korban.

Di antaranya ialah luka sobek di area cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul, pembengkakan pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, serta kebiruan pada selaput lendir bibir bagian atas dan bawah.

Umum terjadi pada kematian akibat tenggelam. Terdapat juga tanda berwarna merah kehitaman saat pemeriksaan lidah, epiglotis, dan saluran pernapasan utama, hal ini biasanya ditemukan pada kasus kematian akibat tenggelam atau asfiksia,” jelas Risang.

Indikasi Kematian Tidak Wajar

Saat pertama kali dievakuasi dari dalam kendaraan hingga tiba di RS Pusdik Bhayangkara Porong pada Rabu (25/6/2026) pukul 16.00 WIB, keadaan jenazah almarhumah sudah dalam kondisi membusuk.

Hasil pemeriksaan luar menyatakan, dugaan waktu kematian korban telah melebihi 2×24 jam atau mencapai tiga hari.

Dalam pemeriksaan bagian dalam, dinding lambung terlihat berwarna merah kehitaman dan terdapat tanda-tanda kerusakan pada seluruh organ tubuh.

Selain itu, hasil uji kosmalin pada otot tangan kanan menunjukkan warna merah muda.

Hasil pemeriksaan laboratorium medis ini juga didukung oleh hasil pemeriksaan swab vagina yang menunjukkan negatif, artinya tidak ditemukan sperma dan korban dipastikan tidak sedang hamil.

Hasil yang objektif secara langsung membantah anggapan masyarakat dalam video yang viral yang menyatakan korban meninggal saat melahirkan.

Meskipun ada tanda-tanda kekerasan yang terlihat, pihak keluarga tetap menyatakan akan menunggu hasil autopsi secara menyeluruh (uji laboratorium forensik) agar dapat memastikan penyebab, cara, dan mekanisme pasti dari kematian almarhumah Ruly.

“Hasil autopsi menyeluruh belum diperoleh karena menunggu hasil uji toksikologi dari laboratorium Surabaya untuk menentukan penyebab kematian secara pasti. Kami berharap mendapatkan kesimpulan mengenai penyebab kematian, bukan hanya keadaan biasa yang ditemukan,” tegas Risang.

Risang menambahkan, tanda kematian mendadak dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk kemungkinan adanya penyumbatan.

Selain itu, hilangnya anting di telinga sebelah kiri korban, serta adanya luka sobek akibat benda tumpul, membuat kasus ini menunjukkan indikasi kuat tindakan pidana.

Sebelum ada hasil autopsi yang menyeluruh, saya belum dapat membuat kesimpulan, namun hasil pemeriksaan luar menyebutkan bahwa korban meninggal karena tenggelam akibat berbagai faktor, bisa saja dibekap, terdapat tanda-tanda kekerasan benda tumpul yang diduga dipukul dengan tangan hingga anting di telinga kiri hilang. Jadi meskipun lemah, tetapi ada indikasi adanya penyebab kematian yang tidak wajar,” tutupnya.

Polisi Mencari Pria Berambut Tipis Kulit Putih

Perhatian masyarakat kini tertuju pada sosok pria yang mengemudikan kendaraan dinas Toyota Innova berwarna hitam dengan plat nomor M 1090 GP.

Mobil berplat merah ditinggalkan tanpa pengawasan di area parkir Bandara Juanda Sidoarjo, Jawa Timur hingga akhirnya seorang supir taksi online mencium bau tidak sedap pada hari Rabu (25/6/2026).

Bau yang menyengat itu ternyata berasal dari jenazah Ruly, penduduk Gang Flamboyan 18 Perumda Bangkalan, Madura yang ditemukan di dalam kendaraan.

Korban diketahui berprofesi sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Wilayah Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Berdasarkan rekaman kamera pengawasan di pintu masuk area parkir bandara pada hari Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB, kendaraan dinas tersebut terlihat dikemudikan oleh seorang laki-laki yang memakai masker di wajahnya.

Kuasa Hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menyampaikan dalam rekaman yang kini telah disimpan oleh penyidik Polres Sidoarjo sebagai barang bukti, tidak ada orang lain di dalam mobil selain almarhumah Ruly dan pria tersebut.

“Masker berwarna putih, mengenakan kacamata minus, rambut rapi dengan bagian sisi kanan dan kiri tipis, kulit putih, serta memakai jam tangan di pergelangan tangan kiri,” jelas Risang, Kamis (25/6/2026).

Risang memverifikasi bahwa tidak ada orang lain selain pria bermasker tersebut berdasarkan rekaman kamera pengawas bandara.

Hanya dia yang turun dari mobil, tidak ada orang lain. Selanjutnya orang tersebut beralih ke kendaraan lain, yaitu kendaraan umum. Ke mana pria itu pergi, saat ini masih dalam penyelidikan. Semoga kasus ini segera terungkap,” tegas Risang.

Jejak Terakhir di Pujon Malang

Kasus kematian pejabat dari Bangkalan saat ini sedang diproses secara intensif oleh penyidik Polres Sidoarjo.

Beberapa barang bukti telah diamankan dalam rangka penyelidikan, salah satunya adalah tiga unit ponsel yang dimiliki oleh almarhumah.

Risang menjelaskan, hal ini tidak biasa dilakukan oleh almarhumah Ruly, yaitu mematikan ketiga ponselnya saat sedang berada di luar rumah atau melakukan perjalanan ke luar kota hingga menginap beberapa hari.

Keluarga mulai khawatir pada hari Sabtu (20/6/2026) siang, saat ponsel-ponsel milik almarhumah Ruly tidak dapat dihubungi lagi.lost contact.

Meskipun pada pukul 07.00 WIB pada hari yang sama, korban masih sempat berbicara dengan suaminya.

Sama halnya pada Jumat (19/6/2026) malam, korban ternyata masih membagikan lokasi (share loc) kehadirannya di sebuah toko buah di Pujon, Kabupaten Malang, bahkan pernah menghubungi anak dan saudaranya melalui layananvideo call.

“Sebenarnya, meskipun wajahnya tertutup masker, bisa terlihat. Juga dari ponsel korban yang sudah dapat dibuka dan sedang diselidiki, semua percakapan terakhir diekstraksi. Termasuk siapa saja yang sering dihubungi dalam seminggu terakhir. Keluarga tidak mengenali gerak-gerik pria di CCTV, tidak kenal,” ujar Risang.

Untuk mengungkap kasus ini, pihak kepolisian akan terus mengikuti jejak-jejak yang ditemukan di dalam mobil korban.

Termasuk di dalamnya adalah jejak-jejak lokasi, struk belanja, serta beberapa bukti pembayaran lainnya yang saat ini sedang diteliti oleh tim penyidik.

Ikuti channel SURYA MALANG di >>>>>News.google.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *