Rumah Advokat Bandung • Portal Hukum & Konsultasi
TentangKontakDaftar Advokat

Mengenal Muhamad Ali, S.Tr.A.P., Sosok di Balik Nama Muhamadqli dan Jejak Digitalnya

Nama Muhamadqli mungkin terdengar seperti sebuah nama pena, nama pengguna media sosial, atau identitas yang sengaja dibuat untuk dunia digital. Di balik nama tersebut sebenarnya ada Muhamad Ali, S.Tr.A.P., seorang lulusan Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan yang kini menjalani perjalanan profesional sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus tetap mempertahankan ketertarikannya pada dunia menulis, blogging, fotografi, teknologi, investasi, hingga pengembangan berbagai website.

Identitas Muhamadqli tidak muncul dalam satu malam. Jejak tulisan atas nama Muhamad Ali sudah dapat ditemukan di internet sejak setidaknya 2018 melalui My Sekertaris. Hingga bertahun-tahun kemudian, profil penulis di beberapa website masih memperkenalkan Muhamad Ali, S.Tr.A.P. sebagai content creator, fotografer, blogger, investor, dan trader yang juga dikenal dengan nama Muhamadqli.

Bagi saya, Muhamadqli kemudian berkembang menjadi lebih dari sekadar nama internet. Nama tersebut menjadi penghubung antara perjalanan pendidikan, pengalaman organisasi, pekerjaan pemerintahan, kegemaran menulis, dan berbagai eksperimen digital yang terus saya kembangkan.

Siapa Muhamad Ali, S.Tr.A.P. yang Dikenal dengan Nama Muhamadqli?

Saya adalah Muhamad Ali, S.Tr.A.P., dan di dunia digital saya menggunakan nama Muhamadqli. Gelar S.Tr.A.P. merupakan Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan, bidang pendidikan yang memberikan saya dasar untuk memahami pemerintahan tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari praktik administrasi. Perjalanan pendidikan tersebut kemudian membawa saya memasuki dunia kerja pemerintahan sebagai ASN. Namun pekerjaan formal bukan satu-satunya hal yang membentuk diri saya. Jauh sebelum itu, saya sudah mempunyai ketertarikan pada website, tulisan, organisasi, fotografi, dan berbagai aktivitas digital.

Jejak tersebut masih dapat ditemukan hingga sekarang. Salah satu tulisan di My Sekertaris pada Mei 2018, misalnya, mencantumkan nama Muhamad Ali sebagai penulis. Setelah bertahun-tahun, nama yang sama terus muncul pada berbagai artikel dengan tema yang semakin luas. Bagi saya, hal ini menarik karena internet pada akhirnya menjadi semacam arsip perjalanan. Tulisan lama mungkin tidak sempurna jika dibandingkan dengan standar yang saya gunakan sekarang, tetapi justru di situlah terlihat proses belajar dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.

Dari Gap Year dan Bengkel Motor hingga Menjadi Mahasiswa Administrasi Pemerintahan

Perjalanan saya menuju perguruan tinggi tidak langsung berjalan sesuai rencana. Saya pernah mengalami gap year selama satu tahun sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan tinggi. Pada masa tersebut saya pernah bekerja sebagai asisten mekanik di sebuah bengkel motor di Majalengka. Pengalaman ini sangat berbeda dari pekerjaan yang saya jalani sekarang, tetapi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidup saya.

Kemudian saya menempuh pendidikan Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan di Universitas Padjadjaran pada 2020–2024. Saya menyelesaikan studi pada Juni 2024 dan mengikuti wisuda pada Agustus 2024 dengan IPK 3,99. Selama kuliah, saya mempelajari banyak hal, mulai dari pemerintahan, politik, pelayanan publik, perencanaan pembangunan, administrasi keuangan, kepegawaian, legal drafting, pemberdayaan masyarakat, komunikasi pemerintahan, e-government, hingga pelaporan kinerja. Perjalanan dari bengkel menuju bangku kuliah mengajarkan saya bahwa arah hidup seseorang tidak selalu berbentuk garis lurus.

Pengalaman Organisasi Ikut Membentuk Cara Saya Melihat Kepemimpinan

Kehidupan mahasiswa bagi saya bukan hanya tentang perkuliahan dan mengejar nilai akademik. Saya juga aktif dalam sejumlah organisasi. Saya pernah menjadi Ketua KPU PUMA FISIP Universitas Padjadjaran periode 2022–2023, Ketua Badan Perwakilan Angkatan Administrasi Pemerintahan FISIP Unpad 2022–2023, dan Sekretaris Utama Young Investor Universitas Padjadjaran pada periode yang sama. Sebelumnya, saya juga pernah menjadi Asisten Sekretaris Young Investor Unpad pada 2021–2022.

Pengalaman lainnya datang ketika menjadi Senator BPM KEMA Unpad 2022–2023, Staf Administrasi BPM KEMA Unpad 2021–2022, serta Kepala Divisi Kurikulum Sekolah Legislatif Montesquieu pada 2021. Organisasi memberikan pelajaran yang tidak selalu dapat ditemukan di ruang kelas. Ada rapat yang panjang, perbedaan pendapat, pembagian pekerjaan, komunikasi yang tidak selalu berjalan mulus, hingga tanggung jawab ketika keputusan sudah diambil. Dari sana saya memahami bahwa kepemimpinan tidak sekadar berbicara di depan banyak orang. Sering kali, kepemimpinan justru terlihat dari kemampuan mendengarkan, mengatur pekerjaan, dan bertanggung jawab ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

Pendidikan Administrasi Pemerintahan Membentuk Cara Saya Memahami Birokrasi

Mempelajari Administrasi Pemerintahan membuat saya semakin tertarik pada cara negara dan organisasi publik bekerja. Di balik sebuah kebijakan terdapat proses perencanaan. Di balik pelayanan terdapat prosedur, sumber daya manusia, anggaran, dan sistem. Di balik surat resmi terdapat kewenangan dan dasar hukum. Hal-hal yang mungkin terlihat sederhana dari luar ternyata mempunyai mekanisme yang cukup kompleks ketika dipelajari lebih dalam.

Ketika kemudian bekerja sebagai ASN, berbagai materi yang dahulu saya temui dalam perkuliahan mulai mendapatkan konteks yang lebih nyata. Membaca regulasi, menyusun dokumen, memeriksa data, mengikuti rapat, membuat laporan, berkoordinasi dengan pihak lain, dan menindaklanjuti arahan merupakan bagian dari proses kerja sehari-hari. Pengalaman tersebut juga memengaruhi tema tulisan saya. Pemerintahan, birokrasi, organisasi, pelayanan publik, kebijakan, dan teknologi pemerintahan menjadi beberapa bidang yang semakin menarik untuk saya pelajari dan tuliskan.

Menjadi ASN Bukan Akhir dari Proses Belajar

Menjadi ASN bagi saya bukan tanda bahwa proses belajar sudah selesai. Justru setelah masuk ke dunia pemerintahan, saya semakin menyadari luasnya pengetahuan yang masih perlu dipelajari. Regulasi dapat berubah, sistem kerja berkembang, teknologi baru muncul, dan persoalan yang dihadapi pemerintah juga semakin kompleks. Pengetahuan dari perguruan tinggi memberikan fondasi, tetapi pengalaman kerja memberikan banyak pelajaran yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Saya juga semakin memahami pentingnya ketelitian, disiplin, komunikasi, kolaborasi, integritas, dan kemampuan beradaptasi. Sebuah kesalahan kecil dalam dokumen dapat memengaruhi proses berikutnya. Informasi yang terlambat disampaikan dapat menghambat pekerjaan orang lain. Sebaliknya, pekerjaan sederhana yang diselesaikan dengan baik dapat membantu keseluruhan tim. Karena itulah saya melihat perjalanan sebagai ASN sebagai proses panjang untuk terus belajar menjadi lebih profesional dan bertanggung jawab.

Muhamadqli.com Saya Bangun sebagai Website Pribadi dan Portofolio

Di tengah pekerjaan dan aktivitas lainnya, saya tetap mempertahankan ketertarikan terhadap dunia digital. Salah satu ruang yang saya bangun adalah Muhamadqli.com. Website ini saya arahkan menjadi rumah utama dari identitas Muhamadqli: website pribadi, portofolio, sekaligus ruang berbagi pemikiran mengenai berbagai hal yang saya pelajari dan temui.

Bagi saya, website pribadi mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan media sosial. Media sosial bergerak cepat dan sangat dipengaruhi algoritma. Tulisan yang dibuat hari ini dapat segera tenggelam oleh unggahan berikutnya. Website memungkinkan saya menyimpan tulisan secara lebih terstruktur. Beberapa tahun kemudian saya dapat kembali membaca tulisan lama dan melihat bagaimana cara berpikir saya berubah. Karena itu, Muhamadqli.com bukan sekadar tempat menerbitkan artikel, tetapi juga arsip perjalanan yang terus berkembang bersama diri saya.

Menulis Sudah Menjadi Bagian dari Jejak Digital Saya Sejak Lama

Ketertarikan saya terhadap blogging dapat dilihat melalui My Sekertaris. Beberapa artikel lama atas nama Muhamad Ali masih dapat ditemukan sejak 2018, sedangkan tulisan pada tahun-tahun berikutnya membahas tema yang jauh lebih beragam. Dari sinilah saya belajar bahwa menulis di internet membutuhkan konsistensi dan keberanian untuk terus mencoba.

Tema yang saya tulis juga berubah mengikuti minat dan perkembangan pengetahuan. Ada tulisan mengenai administrasi dan kesekretariatan, pendidikan, sosial, teknologi, buku, hingga berbagai fenomena masyarakat. Salah satu artikel My Sekertaris pada 2023, misalnya, membahas keterampilan menulis, sementara artikel-artikel berikutnya berkembang ke topik yang jauh lebih luas. Saya tidak melihat perubahan tersebut sebagai ketidakkonsistenan. Justru itulah gambaran bahwa rasa ingin tahu seseorang dapat berkembang seiring perjalanan hidupnya.

Dari Film, Buku, Sejarah hingga Teknologi, Saya Suka Mengeksplorasi Banyak Topik

Saya memang mempunyai latar belakang Administrasi Pemerintahan, tetapi ketertarikan saya tidak berhenti pada pemerintahan. Film merupakan salah satu contohnya. Melalui ResensiFilm.my.id, saya menulis mengenai berbagai film dan mencoba melihatnya bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga melalui cerita, budaya, karakter, maupun pesan yang dibawanya. Jejak tulisan atas nama Muhamad Ali masih dapat ditemukan pada berbagai resensi yang diterbitkan di website tersebut.

Ketertarikan terhadap sejarah juga mendapatkan ruang melalui PohonSejarah.my.id, sementara buku dan kebiasaan membaca dikembangkan melalui BudayaBacaOnline.my.id. Tulisan pada Budaya Baca Online juga masih mencantumkan Muhamad Ali sebagai penulis. Bagi saya, mempunyai beberapa tema justru memberikan kesempatan untuk terus belajar. Ketika hendak menulis sesuatu, saya dipaksa membaca, mencari informasi, membandingkan sumber, kemudian menyusunnya menjadi sesuatu yang lebih mudah dipahami.

Berbagai Website Menjadi Laboratorium Digital bagi Saya

Selain website utama tersebut, saya mengembangkan sejumlah website dengan fokus berbeda. Ada Qlee.xyz, Wirausaha.biz.id, KuliahMandiri.my.id, JagoMakan.my.id, dan Technoz.biz.id. Pada Wirausaha.biz.id, misalnya, berbagai artikel atas nama Muhamad Ali membahas bisnis, pemasaran, teknologi, pekerjaan, dan topik lainnya. Technoz.biz.id menjadi ruang lain untuk mengeksplorasi perkembangan teknologi dan dunia digital.

Saya juga mengembangkan MySekretaris.my.id, AnimeBlog.biz.id, HelloSehat.xyz, FutureMeSocial.xyz, Kripto.biz.id, Esperanto.my.id, dan UpdateBola.my.id. Saya melihat kumpulan website tersebut seperti laboratorium digital. Ada yang berfokus pada pendidikan, bisnis, film, makanan, teknologi, anime, kesehatan, sejarah, bahasa, kripto, hingga sepak bola. Masing-masing memberikan ruang untuk bereksperimen dengan topik, gaya penulisan, SEO, pengelolaan website, dan cara menyampaikan informasi kepada pembaca yang berbeda.

Muhamadqli Bukan Tentang Menjadi Ahli dalam Segala Hal

Dengan banyaknya topik yang saya tulis, mungkin muncul kesan bahwa Muhamadqli ingin membahas semuanya. Namun saya tidak melihatnya seperti itu. Saya tidak merasa harus menjadi ahli dalam seluruh topik yang menarik perhatian saya. Justru kegiatan menulis merupakan salah satu cara saya belajar. Ada perbedaan besar antara mengaku mengetahui semuanya dan mempunyai rasa ingin tahu terhadap banyak hal.

Karena itu, saya ingin Muhamadqli berkembang sebagai identitas yang terbuka terhadap proses belajar. Ada ruang untuk tulisan serius mengenai pemerintahan dan birokrasi, tetapi ada juga ruang untuk film, buku, teknologi, sejarah, olahraga, atau topik ringan lainnya. Bagi saya, manusia memang tidak harus mempunyai satu ketertarikan sepanjang hidup. Seseorang dapat bekerja di pemerintahan, menyukai fotografi, membaca buku, menonton film, mempelajari investasi, mengelola website, dan tetap mempunyai rasa penasaran terhadap teknologi baru.

Muhamadqli adalah Jejak Perjalanan yang Masih Terus Ditulis

Jika ditanya siapa Muhamad Ali, S.Tr.A.P. atau siapa sosok di balik nama Muhamadqli, jawaban saya mungkin akan terus berubah beberapa tahun ke depan. Hari ini, Muhamadqli adalah identitas digital seorang lulusan Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan yang bekerja sebagai ASN, mempunyai pengalaman organisasi, menyukai kegiatan menulis, mengembangkan website, membuat konten, serta terus mempelajari berbagai bidang yang menarik perhatian.

Perjalanan tersebut belum selesai. Ada banyak kemampuan yang masih ingin saya pelajari, pekerjaan yang perlu diperbaiki, tulisan yang belum dibuat, dan proyek digital yang masih dapat dikembangkan. Karena itu, saya tidak ingin menjadikan Muhamadqli sekadar halaman profil yang berisi daftar pencapaian. Saya ingin menjadikannya rekam perjalanan yang menunjukkan proses: pernah gagal, pernah memulai kembali, belajar, bekerja, mencoba sesuatu, melakukan kesalahan, memperbaikinya, kemudian mencoba lagi.

Jika kamu ingin mengenal perjalanan saya lebih jauh, kunjungi Muhamadqli.com. Saya membangunnya sebagai website pribadi, portofolio, arsip perjalanan, dan ruang berbagi pemikiran. Sementara website lain yang saya kelola menjadi ruang untuk mengeksplorasi berbagai ketertarikan yang mungkin tidak seluruhnya dapat ditempatkan dalam satu tema.

Pada akhirnya, bagi saya Muhamadqli bukan sebuah identitas yang sudah selesai dibuat. Ia adalah nama yang tumbuh bersama perjalanan Muhamad Ali, S.Tr.A.P.—dari masa sekolah, gap year, bekerja di bengkel, kuliah Administrasi Pemerintahan, aktif berorganisasi, memasuki dunia ASN, hingga terus menulis dan membangun berbagai proyek digital.

Dan selama masih ada sesuatu yang ingin dipelajari, ditulis, dicoba, atau dibagikan, perjalanan Muhamadqli akan terus berlanjut.

Disclaimer: artikel ini bersifat informasi umum dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Konsultasikan kondisi spesifik Anda dengan advokat.
WA